Skip to main content

Posts

Cara membikin arak ala Korea

Proses pembuatan wine alias arak alias khamr ala Korea yang disajikan di museum harom, eh museum wine Korea di Jeonju

Belajar high dynamic range

Melihat foto2 high dynamic range (hdr)-nya bos Hadi , dan melihat foto2 hdr lain di internet, saya jadi kepingin nyoba juga, dan akhirnya menyadari fungsi bracketing di kamera (ternyata selama ini kurang menggauli...:D ). Jadi intinya, seperti yang diberitahu di sini , kita menggabungkan beberapa foto dengan tingkat eksposure (exposure di bahasa Indonesia-in jadi apa ya..) yang berbeda-beda, lalu di atur tone mapping-nya (ya semacam itu lah, selanjutnya baca saja di wiki atau di mana tentang hdr ini) hasilnya seperti yang ada di sini. Ternyata bermanfaat untuk melawan cahaya terang dan membirukan langit seperti menggunakan filter circular polarize kata pak hulubalang Hendry (btw, itu filter udah lama gak dipake...). Di sini ada 4 foto. Foto pertama aslinya, foto kedua hasil gabungin 3 foto, hasilnya langitnya jadi lebih jelas. Foto ketiga aslinya, foto keempat hasilnya latar depan rumah-rumahnya jadi gak gelap dan langitnya tetap bagus. Masih harus belajar... biar lebih bagus.... dan...

Lausanne Trip

Perjalanan satu minggu alias 7 hari 8 malam ke Lausanne, Swiss sebagaimana yang wisata kulinernya sudah saya sampaikan di sini dan foto-foto kelayapan malam hari nya ada di sini , berikut ini adalah foto-foto selama perjalanan. Walaupun pas berangkat di Incheon dan sampai di Paris cuaca cerah, tapi pas mau ke Geneva kena delay karena katanya ada salju deras di sana, akhirnya telat 1 jam sampai Geneva. Lebih keren lagi, ternyata pas sampai Geneva... kok... koperku tak ada di mesin bagasi yg muter2 itu... pas di tanya ke kantor kehilangan, ealah, ternyata masih nyangkut di Paris... XD Akhirnya diberitahu bahwa kopernya akan diantarkan sampai hotel tujuan di Lausanne, dan langsung cabut naik kereta. Yah, ada untungnya juga sih, jadi gak usah repot2 malam2 di tengah salju narik2 koper dari stasiun kereta ke hotel. Masalahnya, pas besoknya, di Paris justru kena badai salju (terusan dari Inggris kayaknya)! Akhirnya koperku malang ngendon satu hari di Paris. Akibatnya, malam Selasa mencuci k...

Wisata Kuliner Lausanne, Part Deux

Dibandingkan kali pertama , wisata kuliner kali ini lebih mendingan. Kalau dulu setiap malam makan kebab, kali ini ada peningkatan sedikit (juga peningkatan biaya sedikit karena nilai tukar won terhadap franc semakin lemah... sedihnya...), walaupun tetap hampir tiap malam juga makan kebab yang sama di warung yang sama, sehingga saya pikir si bapak berwajah keturki-turkian itu jangan2 menanti saya tiap malam... :D Tapi demikian pun, makan siangnya juga lumayan mendingan, meski di hari Senin tetap makan kebab dibungkus kulit, dan malamnya kembali makan kebab. Karena diberi voucher makan siang bernilai 20 franc sehari, makan siang bisa agak2 mewah. Hari Selasa makan siang dengan ikan trout rebus dengan kentang dan wortel kukus. Ikan trout-nya sih biasa-biasa saja, tapi bumbu wortelnya lumayan enak. Malam? Kebab lagi ^_^. Hari Rabu, makan chicken cutlet dengan makaroni dan saus tomat dilengkapi dengan sayur kol yang di-mashed. Malamnya? Tidak kebab! Soalnya ikut acara social event naik p...

I Wanna See You Now

Rating: ★★★★ Category: Music Genre: Jazz Artist: Leon Haines Band Ini satu2nya album dari band yang sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Tahun 80an di Indonesia sempat ngetop dengan lagu "For You to Remember", dan tahun2 95an lagu "I Wanna See You Now" nya sempat ngetop lagi di radio Rase, Bandung karena potongan intro-nya jadi iklan acara "All Hits All Memories" di sana (acaranya setiap malam apa yah.. lupa.. tapi dulu selalu dinantikan sambil belajar menuju UMPTN.. ueheh.. masa lalu..). Dulu tahun segitu sempat ketemu albumnya di Aquarius Bandung, waktu harga kaset masih 7000 perak. Tapi pada suatu hari dipinjam sepupu, dan tidak kembali lagi sampai hari ini. Dulu pernah mencari di Cihapit dan depan mesjid Salman (tempat dimana ditemukan kaset album Nika Costa-pun!), tak pernah ketemu. Sejak menemukan internet pun, belum pernah berhasil menemukan mp3 nya kecuali beberapa lagu yang memang sering terdengar: dua yang tadi saya sebut di depan, dan satu lagu ...

Paris CDG, Terminal E

Setelah seminggu sebelumnya terpesona dengan keberadaan laptop dan internet gratis di Concourse A bandara Incheon, jadi Sabtu kemarin lebih terpesona dengan keberadaan konsol Playstation 3 gratis di terminal E bandara Charles de Gaule Paris (walaupun tidak terpesona dengan internet yang mesti bayar 3 euro per 30 menit, belum lagi harga barang2 duty free yang masih lebih mahal dari di kota). Ada empat konsol PS3 lengkap dengan TV layar datar ukuran 30an inci dengan dua joystick yang bisa digunakan secara gratis bagi penumpang yang sedang nunggu pesawat. Gamenya kalau gak salah ada sekitar 10 atau 8, gak ngitung... dan semuanya versi demo (heheh.. apa yang bisa diharapkan dari sesuatu yang gratis?). Ada Gran Turismo, ada FIFA 2008 (apa 2009, lupa), NBA street, trus F1, lalu game balapan di bukit berbatu, game robot2an, trus apa lagi yah.. gak begitu paham game2nya PS3. Not bad lah... pe-es.. foto2 menyusul.. masih hibernasi..

Lausanne Tour, la nuit

Kembali ke Lausanne, yang pertama foto2nya ada di sini . Mungkin ada foto2 yang rada2 mirip. Jalan-jalan di sekitar hotel yang letaknya di tengah-tengah kota, hotel bintang satu yang nyaman dan lumayan murah. Pulangnya beli kebab ayam.

Incheon Airport, Concourse A

Sebagaimana di-request para pembaca setia yang budiman, berikut adalah foto-foto dari Concourse A di bandara Incheon

Incheon airport

Terakhir kali ke bandara Incheon, ke departure area-nya, sekitar bulan April 2008. Sekarang kembali ke sana lagi sudah ada yang baru. Sepertinya penerbangan non-Korean Air atau Asiana dipindahkan ke gedung baru yang diberi nama Concourse A (CA). Gedung ini letaknya agak jauh dari gedung utama, jadi ada subway yang namanya Starline yang menghubungkan gedung utama dan CA. Senangnya lagi, di CA ternyata ada free internet lounge. Selain bisa ber wireless ria dengan gratis, di sana juga disediakan laptop-laptop untuk digunakan secara gratis (di pengumumannya sih maksimal 30 menit, tapi klo sepi boleh berjam-jam kali yah...). Tempat duduknya juga enak, berbentuk sofa dengan laptopnya ditaruh di meja yang bisa digeser-geser. Satisfaction guaranteed :D

Detik.com butuh editor

Dicari: editor buat detik.com biar gak typo melulu... Screenshot dari http://www.detikinet.com/read/2009/01/30/142720/1076816/317/ssstt-ini-dia-bocoran-fitur-baru-di-windows-7 pada tanggal 30 Januari 2009 jam 5 sore lebih.

Daejeon Worldcup Stadium, etc

Tema tur hari ini adalah mengikuti kemana kaki melangkah. Tau2 sudah naik bis nomer 121 dan turun di halte World cup stadium. Karena selama tinggal di Daejeon belum pernah ke sana pun, jadi dipikir2 okelah... tempat yang nostalgic karena Italia kalah 2-1 waktu piala dunia 2002 di sini.. hueheheh (tertawa bahagia). Oh yang lebih mengejutkan, ternyata di pelataran lantai dua stadion ini, ada pagar dinding pembatas, di sana ditempel tegel-tegel ukuran kira2 20x20 cm2 yang sudah diisi grafiti dari (sepertinya) masyarakat Daejeon. Grafiti2 itu hampir semua (atau mungkin semua, eh nggak deng, ada juga yg nulis welcome to korea dan sejenisnya) bertema menyemangati timnas Korea, kebanyakan dilengkapi dengan gambar2 kartun seperti shinchan, totoro juga ada, hamtaro, mashimaro, dan lain-lain. Setelah puas memotret di tengah salju dan angin yang dingin, ketika pulang, saat turun tangga jembatan penyebrangan, eh ada tabrakan mobil (umum sih di sini), jadi di abadikan dulu. Pulangnya mampir di outl...

Bandung Subway Map

Lagi menghayal... kalau di Bandung ada subway, mungkin rutenya seperti ini ya.. Line 1 (biru) : Terminal Cibiru - Terminal Cimindi Line 2 (hijau): Terminal Dago - Terminal Cibaduyut Line 3 (oranye): Circular Line Terminal Leuwipanjang - Terminal Sederhana - Antapani - Guruminda, dengan line cabang di Guruminda ke Terminal Cibiru Line 4 (coklat): Circular Line Terminal Buah batu - Stasiun Bandung - Cicadas Line 5 (ungu): Circular Line Terminal Ciwastra - Stasiun Kiaracondong - Stasiun Gede Bage Line 6 (merah): Terminal Sarijadi - Dayeuhkolot Perlu line tambahan? Ntar di update lagi.. heheh.. -lanjut menghayal-

Seoul Tour

Kebetulan ada konferensi 2 hari di Seoul, jadi malamnya hari pertama bisa dimanfaatkan dengan kelayapan mengunjungi tempat2 yang belum pernah dikunjungi di Seoul. Dari motel di daerah stasiun Yeoksam, naik subway yg ijo sampe Eulji-ro negori, dengan maksud mencari Namsan Seoul tower. Baru keingat nggak tau Seoul tower itu harus turun di stasiun mana, akhirnya meng-sms si pakde... eh taunya doi lagi di kampungnya XD. Akhirnya jalan, sambil sempat beli hottok 2 buah (dikasih 3 sama si ajumma), menyebrang Cheongechon, mengira-ngira arah dari Eulji-ro, kirain ada di selatan tower, ternyata ada di utara! Akhirnya menemukan stasiun Euljiro samgori dan menemukan booth internet di sana buat buka situsnya Seoul tower... akhirnya ditemukan dan sampailah di sana.. kedinginan.. sambil makan hottok yg sudah keras XD. Kemudian karena batre kamera tiba2 exhausted (tulisannya begitu, "battery exhausted"), membuat jalan2 di tower serasa hampa, akhirnya memutuskan turun gunung, dan singgah di ...

Brown Eyed Girls - My Style (Hidden Track) MV

Cewek-cewek bermata cokelat - Gaya ku (lintasan tersembunyi) -- demikianlah kalau diterjemahkan pakai mesin --

Perpisahan Daejeondaehakseng

Perpisahan anak2 universitas Daejeon yang akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Dimulai dengan makan-makan takkalbi di takkalbi 5.5 dekat mabes (dimana ditemukan seorang Korea yang pernah tinggal di Banjarmasin 2 tahun, jadi bisa berbahasa Indonesia) lalu dilanjutkan dengan norebang di tempat langganan, cukup 2 jam 45 minit sahaja :D Ada juga lagu buat pak tekbe di sini

Eunhaeng-dong, at night

Daerah sekitar stasiun Daejeon, lebih dikenal sebagai sinae alias downtown, terletak di daerah bernama Eunhaeng-dong. Setiap malam (terutama weekend atau libur) selalu dipenuhi warga yang hendak asyik berseronok bersame keluarge maupun teman, terutama sekitar tahun baru dilengkapi dengan gapura2 berlampu.

Gake no Ue no Ponyo

Rating: ★★★★★ Category: Movies Genre: Animation Ini kisah Ponyo si anak ikan (seperti yang dinyanyikan di theme song-nya, "Ponyo, Ponyo, Ponyo Si anak Ikan, datang dari lautan yang biru..." -meureun) -bukan rumah makan Sunda- yang ingin menjadi manusia setelah bertemu seorang anak kecil bernama Sousuke. Tentu saja, review ini bukan review filmnya yang silahken bisa dibaca di wiki atau imdb dan website-website lain. Review ini tentang pengalaman pertama menonton anime di bioskop, yang mungkin agak susah terjadi di Indonesia.. ataukah selama saya tinggalkan, sudah ada anime yang pernah tayang di bioskop Indonesia? Apa Doraemon movie pernah ya? Lupa. Eh, anime di sini maksudnya film kartun dari Jepun, bukan film kartun macam buatan Disney, Pixar maupun dari negri2 barat lainnya. Sepanjang ingatan saya, sudah ada tiga (atau empat yah, lupa) anime yang tayang di bioskop2 di sini: Evangelion, Doraemon dan sekarang si Ponyo ini. Baru sekarang mencoba nonton anime di bioskop dengan...

Jembatan

Awalnya tadi pagi baca epaper Kompas terbaca berita tentang jembatan di Incheon yang menghubungkan kota baru di Incheon dengan bandara Incheon, sepanjang 18 kilo (meter, bukan gram) yang dimulai tahun 2004 dan selesai baru2 ini. Jadi saya teringat akan jembatan Suramadu (yang foto2nya sering dipublish sama oom Poetoe ) yang 'hanya' 8 kilo tapi dari tahun 2003 sampai sekarang belom selesai. Baca sana sini ternyata sempat dihentikan gara-gara masalah keuangan. Jadi sepertinya segala pembangunan di Indonesia ini masalahnya bukan ilmu dan tenaga nya kurang, tapi duitnya gak ada (diambil sapa yah...?). Terusnya, saya jadi kepikiran bagaimana kalau di selat Sunda juga dibangun jembatan. Googling, ternyata ketemu website Jembatan Selat Sunda yang katanya mau mulai dibangun tahun depan. Dengan jarak terdekat 20 kilo, kira2 berapa tahun ya bikin jembatan ini? Klo udah selesai kan bisa sekalian bikin jalan tol sampe ke kampung mamak, biar asyik jalan2 kayak di sini yang kemana-ma...

Humor bilingual, eh update, trilingual

Ini humor dua bahasa, karena saya tidak mengerti yang bahasa pertama, teman saya dengan suka rela senang hati rela berkorban akhirnya menerjemahkan ke bahasa yang lebih saya mengerti... Update: teman saya yang satu lagi menerjemahkan ke bahasa emak dia dan emak saya juga, dan langsung dikomentari sama teman saya yg satu lagi yang sama-sama sekaum: bahasanya lusuh sekali -_-;;; Yang baris pertama bahasa aslinya, yang baris kedua bahasa terjemahannya yang baris ketiga bahasa mamak Sayembara Wong Jowo  Sayembara urang jawa Sayembara urang Jawa  Onok juragan tambak jenenge Sablah ngadakno sayembara.  Aya juragan tambak (balong/kolam gede, red) ngarana Sablah, ngayakeun sayembara. Ado juragan lubuak namonyo Sablah (ndak dijalehan labiah lanjut sabalaah kiri ato kanan), maadoan sayembara.  "Sopo ae sing wani njegur nang tambakku, bakal oleh hadiah Sepeda Montor." jare Sablah.  "Saha wae anu wani ngagejebur ka balong kuring, bakal dibere hadiah Sapeda ...

Copyright infringement

Diberitakan di sini (http://online.wsj.com/article/SB122367645363324303.html) seorang ibu yang merekam anaknya berjoget sambil mendengarkan lagu Prince dan menguploadnya di YouTube, dituntut oleh perusahaan penerbit lagu itu karena melanggar hak cipta Sebegitu ketatnya kah menggunakan hasil karya orang lain sampai2 cuma ingin memperlihatkan anaknya yang lagi lutu lutuna sambil denger lagu yang hak ciptanya dimiliki penerbit pun disalahkan karena melanggar hak cipta? Lalu, bagaimana nasibku di sini (http://houari.multiply.com/video/item/1/Senam_aerobik_ala_Houari) ? Jangan2 nanti ada yang datang menuntut... :(