Beberapa bulan akhir-akhir ini sering dapat arubaite menterjemahkan dokumen2 dari Indonesia ke Inggris dan vice versa. Karena hal itulah, terkadang jadi ingat komik Asterix yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Setelah melihat edisi bahasa Inggrisnya, dan teringat (selintas-lintas) edisi bahasa Indonesianya, saya jadi kagum sama para penterjemahnya (Ny.A.Rahartati Bambang Haryo, Bondan Winarno, Yayuk, Rio and Rana Helmi, Fauzia Supangat, Laksmi F.Zakir, Parakitri, Wiwik K. Budiarso, sumber: http://www.asterix-obelix.nl/manylanguages/indonesia.htm) yang dengan kreatifnya bisa membuat humor2 ada srimulat Galia (LOL) dalam bahasa aslinya (mungkin Perancis kali ya...) tetap fresh dalam bahasa Indonesia (termasuk misalnya nama-nama para karakter: kutubusukus, nolnolpituix, etc etc...).
Mumpung lagi ditinggal babe pergi main seki, mumpung baru selesai submit paper, mumpung lagi ga diburu2 kerjaan, akhirnya pergi ke Gyeongbokgung (istana raja) dan Changdeokgung (istana ratu, teuing bener teuing henteu...) mau ngetes filter baru beli, ND 25% ama CPL (eh tapinya yg CPL tak dipake pun selama di sana.. heheh..)
Comments
kalow saya jadi bu roki guru bahasa indonesia, kamuh udah disetrap, eM
bukan penterjemah, penerjemah.
maaf, saya kan bahasa indonesia cuman dapat C
btw, bu roki itu yg suka ditiru ama dandi?