Karena kerjaan makin pusing, akhirnya hampir tiap hari nulisin blog. Eh, tapi bukan itu topiknya kali ini. Ada sedikit cerita dari sahur pertama di warung, di ramadhan tahun ini. Karena kiriman sambel teri+tempe+kacang dari mamak di kampung sudah habis, juga persediaan stok telur dan cabe juga sudah habis, isi kulkas pun sudah jauh berbeda dengan awal-awal puasa, akhirnya saya pun terpaksalah pergi makan sahur ke warung di belakang kampus, kira2 800 meter jaraknya (dihitung-hitung, ini sama dengan jarak dari rumah ke tempat nunggu angkot di depan Itenas...). Tentu saja seperti biasa ditemani ajudan saya bung Prananth untuk pergi makan sahur bersama. Begitu keluar pintu lobby dorm, astaga, ternyata udaranya dah dingin juga... ada lah kira2 12 atau 13 derajat celsius (demikianlah menurut situs meteorologi setempat). Isi kulkas: kiri: awal puasa, penuh dengan telur, nanas kaleng, sambel teri, sambel goreng, susu strawbery, terong, lemonade, pepsi; kanan: kemaren pagi, cuman sisa air p...