Skip to main content

Posts

Showing posts with the label masakan

Tempat makan halal di sekitaran Tokyo, Jepang (updated 2018/10/25)

Hal yang paling penting dalam jalan-jalan adalah menjaga perut tetap terisi dengan baik dan benar. Dibandingkan di Seoul, Korea, tempat makan halal di Tokyo relatif lebih beragam dan lebih tersebar lokasinya. Berikut adalah tempat makan halal di Tokyo yang pernah saya kunjungi (tempat makan halal di Tokyo sesungguhnya kabarnya lebih banyak lagi): 1. Manhattan Fish Market, Ikebukuro Harajuku/Shibuya:  https://goo.gl/maps/EnSDnrLYzLm 2. Tokyo Chinese Halal Restaurant, Kinshicho:  https://goo.gl/maps/1nkwd 3. Cankaya Kebab, Shinjuku:  https://goo.gl/maps/sgjAs 4. Kebab Shibuya:  https://goo.gl/maps/2AkIe 5. Sultan Indian Restaurant, Akihabara/Okachimachi:  https://goo.gl/maps/yhTPW 6. Naritaya Ramen, Asakusa:  https://goo.gl/maps/j4wWE 7. Ippin Restaurant, Asakusa:  https://goo.gl/maps/JXQFy   (katanya udah tutup tapi belum sempat ngecek beneran ke lokasi) 8. Malayan Malaysian Restaurant with Indonesian Chef (ahaha), Ikebukuro:...

Masak jjimtak

Hari minggu adalah hari memasak spesial di dapur internasional di gedung W7. Jadi kalo hari2 biasa itu masak buat makan sehari-hari, kalau hari minggu masak masakan yg aga2 susah atau jarang2 dimasak dan membutuhkan waktu. Jadi minggu kemarin, rikuesnya Gita, bikin jjimtak. Semur ayam ala Andong. Intinya, bumbu2 kuahnya biar terasa manis dan berwarna gelap adalah kecap asin, gula coklat, sirup jagung dan air.  Dan di dapur ga ada semua (kecuali air) haha.. Gantinya, biar tetap manis dan berwarna gelap, pakai irisan gula jawa (gula merah), dilarutin pake air hangat, kemudian biar asin pakai garam dan kaldu blok ayam. Sirup jagungnya ganti ama sirup mapel (entah cocok entah tidak). Masaknya ga terlalu sulit. Pertama cabe2an yg gede maupun yg rawit diiris lalu ditumis sampe kering (sampe  orang2 sedapur batuk2 karena bau biji cabe kebakar ㅋㅋㅋㅋ). Habis itu sisihkan, lalu masukkan ayam yg udah dipotong2 ke dalamnya, aduk ampe rata, tutup pancinya biar rada2 berair. ...

Bolu gulung saus selai mangga

Karena dapur internasional-nya KAIST mau diberesin sama kampus, jadi kami sebagai penggunanya harus mengungsikan sejenak barang2 dan bahan2 makanan yang ada. Sebagian, yang dalam kulkas, masuk ke rumah di Eoeun-dong. Berhubung sekalian makan malam, jadilah kami para penggunanya sekalian juga masak di rumah. Biasanya tiap weekend begini masak yang asyik-asyik menu penganan ala kampung halaman seperti risoles, siomay, mie ayam, martabak, dst. Minggu kemarinnya sudah masak martabak, jadi minggu ini ditetapkan masak bolu gulung. Gak begitu sulit, apalagi semua bahan mudah tersedia kayak tepung, telur, gula dan kawan-kawan. Mixer juga ada, oven ada, tinggal masak aja :D Nahh.. begitu lah, setelah bolunya jadi, ternyata lupa beli susu buat bikin saus krim coklat. Akhirnya dengan sedikit coba-coba, manasin butter lalu masukkin sirup mangga, campur tepung kentang, sama tepung gula. Aduk-aduk. Eh, ternyata jadi selai mangga ^_^ walaupun agak-agak kenyal (kayanya -pasti deh, bukan ka...

Mi odeng

Mi odeng bercitarasa Indonesia berkat bumbu royco dan abon cabe ninoy

Macaroni schotel

Tadinya hari minggu itu tuh mau bikin lasagna. Soalnya gampang, tinggal aduk-aduk tumisan daging cincang bersama saus spageti lalu dipanggang bersama lasagna dan kiju. Eh tapi ternyata homeplus ga jualan lasagna pun! Apa yang harus kulakukan?? Σ( ° △ °|||)︴ Jadinya tiba-tiba teringat macaroni schotel (trademarknya donna nih, dulu pernah pagi2 minta makan di rumah pengantin baru.. ahaha). Setelah liat resepnya sekilas ternyata gak begitu sulit, mirip2 bikin lasagna. Cuma aduk2 susu, telur, jamur, tumisan daging ayam, macaroni rebus, lalu... nah ini yg baru.. jadinya dikukus dulu adonannya baru kemudian dipanggang. Hasil percobaan pertama, entah mengapa, hasilnya berair... apa kebanyakan masukin susu? atau dari jamurnya? atau waktu kukus dan panggangnya kurang? Percobaan kedua airnya agak berkurang setelah susu dikurangi. Ketiga keempat, waktu kukus dan panggang ditambah. Hasilnya... not bad lah buat first timer (ga seenak yg dibayangkan sih, terutama gara2...

Cinnamon spice cookie

Karena merasa pede " berhasil" bikin pepero , jadinya pengen nyoba bikin kue kering seperti batangnya pepero itu. Tapi kalau ngikut resep batang pepero doang kok rasanya kuenya hambar ya, gak ada rasa-rasa nya gtu. Jadinya, resep batang pepero yg kemaren itu dimodif dikit: tambah tepung gula, vanilla, dan bumbu cinnamon spice dari oatmeal. Jadi oatmeal quaker yg cinnamon spice disaring, dapat lah si bumbunya itu, 2 kantong dapat 10 gram. Eh ternyata pas semua diaduk, adonannya terlalu lengket, jadinya kenyal-kenyal gtu dan pas mau dicetak malah nempel ke talenan. Jadi pas mo dipindah ke loyang malah melar  ̄0 ̄ Anyway, kemudian setelah dicetak bentung binatang2 yang "lucu pisan!!!", lalu dipanggang pada suhu sekitar 170an C selama 20min. Hasilnya aneh sih tapi rasanya lumayan lah dan teksturnya juga agak kriuk-kriuk. Tapi masih harus banyak belajar bikin kue kering nampaknya...

Mari memasak Bakpao

Setelah entah kapan terakhir kali mengepost tulisan tentang masak memasak di Multiply, super chef (mungkin akhir2 ini sudah turun pangkat?) Houari kembali dengan Bakpao isi ayam. Sebenarnya ini percobaan ke-2, yang pertama beberapa bulan yang lalu, entah mengapa, gagal mengembang dan jadinya buntet (walaupun rasanya lumayan enak). Kali ini pakai resep bakpao yang katanya "tetap empuk walaupun sudah dingin". Bahan-bahannya sangat mudah didapat di sini: tepung terigu, yeast, susu skim bubuk, gula pasir, white butter (diganti ama butter yg lain sih), putih telur, baking powder. Ternyata kunci dari resep ini adalah mengaduk terlebih dahulu tepung, yeast dan air (adonan A), lalu didiamkan 1 jam hingga mengembang, baru kemudian masukkan bahan2 sisanya (adonan B). Pada saat mengaduk adonan A, menurut resep, 10 menit sudah bisa tidak lengket di tangan. Eh ternyata sudah hampir 1.5 jam mengaduk kok masih lengket-lengket saja, akhirnya karena capek (dan ingin segera menikmati bakpao),...

Lebaran di Mabes

Bawang putih berjamur ^_^ Walaupun sederhana dan tanpa banyak peserta, kami mengadakan pesta Lebaran kecil-kecilan dengan menu seadanya. Berbekal pesan dari mbak Nuri mengenai ayam yang kesepian di dalam kulkas mabes, akhirnya kami memasak gulai ayam seadanya. Kebetulan juga, karena mas Boni lagi jadi lajang, jadi sang Super Chef beserta pasukan berbaik hati memasakkan masakan lebaran (padahal mah intinya mau minta makan gratis.. hehe...). Jadilah, pesta lebaran kecil-kecilan di mabes...

Rendang V dan Kangkung-cha

Menyambut perpisahan Mami dan pak Ben, serta ulang tahun (dari yg paling muda) Nana, KI dan Mas Boni, akhirnya sang super chef Houari kembali menunjukkan taringnya dalam memasak :lol: Kali ini menunya adalah rendang (versi 5) dan kangkung-cha, berbekal daging dan kangkung dari Mami yg datang dari Seoul . Rendang kali ini cukup spesial karena menggunakan tiga jenis bumbu rendang: bumbu rendang padang dari Kokita, bumbu rendang pedas dari Bamboe, dan bumbu rendang dari Brahim's (made in Malaysia, buatan bapak Ibrahim.. hahaha... meureun...). Tak lupa dua bungkus santan bubuk made in Malaysia juga, dan setengah bungkus santan bubuk Kara. Ehm, kenape ade bumbu Malaysie disini... ini ceritanya hasil limpahan dari mahasiswe Malaysie yg kembali pulang ke tanah airnye, jadi ada berbagai sisa2 bumbe, eh bumbu yg tidak terpakai diberikan kepade saye.. *demikianlah logat Melayu* Kemudian daripada itu, disertakan juga 1/4 bungkus bubuk cabe made in Kanada, membuat rendang kali ini mempunyai ci...

After a long long time....

.. sejak terakhir makan rapokki, yaitu adalah makanan berupa mi (ramyon) dilengkapi dengan tok si kue beras, sayur kol, sayur sawi, sayur wortel, sedikit bawang bombay dan sedikit daun bawang, disiram dengan kuah pedas. Terakhir makan, hmm.. entah kapan, jadi akhir2 ini sedikit rindu, akhirnya kakipun mulai tanpa terasa melangkah ke Myeongga Gimbab, dan pesan satu porsi rapokki di-pojang saja... ^_^

Dining Alone

"Solitary dinners, I think, ought to be avoided as much as possible, because solitude tends to produce thought, and thought tends to the suspension of the digestive powers. When, however, dining alone is necessary, the mind should be disposed to cheerfulness by a previous interval of relaxation from whatever has seriously occupied the attention, and by directing it to some agreeable object." - Thomas Walker c.1835 dengan kata lain: ajak2 klo mo makan2 ^_^ *dari Schott's Food & Drink Miscellany . banyak hal menarik dari buku ini... maybe will quote many more... ^_^

Wisata Kuliner Marrakech

Roti tawar, pizza, poulet et fritte, dan bbrp macam saus Ada yg ngingetin klo sy belon ngepost makanan-makanan ala Maroko. Jadi, silahkan dinikmati sambil drolling di sini ^_^

Brain Rejuvenating Food

"Oleh-oleh" dari Docchi no Ryouri minggu ini.... Menggunakan otak terus menerus dapat meningkatkan kadar ketuaan pada otak (sedikit pesan sponsor: makanya, jangan terus2an ngerjain proyek, selingilah dengan mengulek cabe, pergi norebang, dan... nonton konser Momusu... :D ). Tapi ada beberapa bahan makanan yang (katanya, menurut hasil penelitian, entah benar entah tidak soalnya belon pernah baca) bisa meningkatkan kemampuan otak. Yang pertama adalah asam nukleat (nucleic acid) yang (katanya) dapat meningkatkan kecepatan berpikir. Asam nukleat ini ternyata banyak terdapat pada ikan sarden. Dan lebih mengejutkan lagi... ternyata asam-asam ini ditemukan paling banyak di sarden kalengan! ^_^ Yang kedua adalah lesitin (lechitin) yang (katanya juga) dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Lesitin ini paling banyak dikandung oleh... walnut! ^_^ Jadi katanya di Cina jaman dahulu kala, murid2 yang mau ujian nasional banyak mengkonsumsi walnut (btw, walnut bahasa Indonesianya apa ya?) Y...

Friday Kare

FYI, di angkatan laut Jepun, setiap hari Jumat selalu dihidangkan kare buat makan siang. Alasannya? Supaya para pelaut yang kehilangan orientasi hari ini hari apa bisa ingat kalau makan siangnya kare berarti hari Jumat... ^_^ - dari Shin Docchi no Ryouri

Mari memasak potage de carotte et brocolli

Kembali berjumpa dengan seri memasak di Houari-Houari. Kali ini menunya, sebagaimana tertulis di judul artikel ini adalah sebuah masakan yang saya beri nama "potage de carotte et brocolli", alias sup wortel dan brokoli. Mengapa demikian, karena suatu pagi terbangun karena kelaparan setelah siang sebelumnya cuma makan nasi pakai sambal terasi dan kecap manis (kadang2 sang iron chef pun malas memasak... T_T), teringat akan isi kulkas yg tinggal sisa-sisa brokoli dan wortel, serta beberapa butir telur sisa memasak sebelumnya. Heheh... sebenarnya cuma brokoli dan wortel direbus dalam air, tapi dialihbahasakan ke bahasa Perancis, biar kedengaran mewah dan keren.. :D Jadi demikianlah, menu "murah meriah riang gembira apa adanya sisa di kulkas" ini dimulai dengan mengoseng2 bawang bombay sampai kecoklatan, setelah itu masukin telor, diubek ubek, habis itu masukkan air hangat yang sudah dicampur dengan kaldu ikan secukupnya. Setelah dibiarkan agak mendidih baru dimasukkan r...

(Maksudnya) mari memasak dendeng balado

Selamat berjumpa kembali dengan acara "Mari memasak". Kali ini menunya adalah dendeng balado..... ...maksudnya demikian, tapi ternyata hasilnya mengecewakan  sehingga sang Iron Chef pun patah hati melihat hasil karyanya kali ini. Maksud hati kali ini adalah memasak dendeng balado yang renyah dan gurih. Jadi satu jam sebelum showtime disiapkanlah daging sapi diperam bersama garam dan merica. Mestinya pakai jeruk nipis, tapi karena kelupaan beli lemon pas ke supermarket, jadinya pakai air rendaman daun jeruk ^_^;;;. Setelah satu jam mulailah dengan menggoreng daging. Ternyata.. OMG! kok tiba-tiba jadi berkuah!! T_T jadilah akhirnya setelah mencoba menunggu kuahnya menguap -yang mungkin akan terjadi setelah beberapa jam-, akhirnya dengan dibantu chef asisten bapak Hendry, dagingnya dikeluarkan dari penggorengan dan ditiriskan, tinggallah kaldu sapi berminyak... Berikutnya, sapi-sapi, ah, maksudnya daging-daging sapi itu digoreng kembali. Tapi ternyata tidak kering-kering, malah ...

Mari memasak omuhayashi

Selamat berjumpa kembali dengan Iron Chef Houari (maunya... ^__^;;;), dalam seri "Mari memasak" di Houari-Houari . Kali ini dengan gourmet report disajikan agak langsung dari dapur ICU, dengan menu Omuhayashi. Sedikit informasi, omuhayashi adalah nasi goreng yang diselimuti telur dadar dan disiram saus hayashi rice, yaitu gabungan dari kata omuraisu (omelette rice) dan hayashi rice . Kali ini, karena ide memasak omuhayashi-nya lumayan mendadak jam dua subuh, tidak pakai musyawarah maupun konferensi, maka persiapan bahan makanannya pun seadanya. Untuk hayashi rice-nya, karena tidak ada jamur dan sayur-sayuran, maka cukup nasi goreng digoreng dengan bumbu nasi goreng Indofood sisa beberapa bulan yang lalu, dan bawang putih (nasinya juga baru dimasak waktu ide omuhayashi-nya muncul ^_^;;;). Kemudian untuk saus demi-glace nya terpaksa kita ganti dengan saus demi-kianlahseadanya... , yaitu tomat dioseng-oseng plus kentang dipanggang di microwave, lalu sambel ABC seperempat botol,...

Mari memasak gulai ayam

Setelah sebelumnya (merasa) sukses masak rendang, juga sehubungan dengan lagi2 dapat transportasi gratis ke Seoul, plus dikipas2 sama Glen yg ceritanya masak ayam rebus di Woosong, maka misi kali ini adalah masak gulai ayam! Versi 1: Banyak santan sedikit kuah Versi pertama ini karena pengen tau bagaimana kalau pakai santan banyak-banyak, seperti waktu masak rendang yang ke-3. Jadi bahan-bahannya adalah 2 kotak santan 250 ml, 2 bumbu Indofood (bukannya favorit, tapi memang tidak ada pilihan lain... T_T), garam secukupnya, dan kocu 1/5 botol. Tentu saja tak lupa... sang ayam, 1 ekor saja, beli di Itaewon dengan harga 3000 perak. Cara memasaknya, sesuai petunjuk ibu Rika, pertama-tama bumbunya ditumis-tumis, kemudian masukkan santan dan tunggu mendidih, lalu masukkan ayamnya (tentu saja tidak pakai daun jeruk, daun salam... karena gak ada Bu... T_T), tambah air sedikit, trus dimasak sampai kental. Hasilnya... ternyata bisa dimakan! ^_^ Demikianlah menu selama 3 hari adalah gulai ayam dan...

Mari memasak rendang

Ceritanya karena sudah rindu makan rendang, dan baru pulang beli daging di toko bahan makan Asia di dekat mesjid di Itaewon (itu satu hari sebelum lebaran), akhirnya saya coba bikin rendang. First Attempt Berbekal sekitar 0.8 kilo daging, dua bungkus bumbu rendang Indofood (seharga 800 won per bungkus), satu kotak kecil, 250 ml, santan instan kara (1500 won), garam dan cabe bubuk alias koju secukupnya, saya pun berangkat ke dapur dengan peralatan tempur secukupnya. Berdasarkan petunjuk mami Qonit, bahwa pertama2 bumbunya di oseng-oseng trus habis itu masukkan santan dan dagingnya, lalu tunggu sampai kering, maka mulailah saya merebus daging... (heheh benar2 tidak nurut ^_^;;;). Setelah kurang lebih setengah jam, maka mulailah air rebusan dagingnya tumpah-tumpah dari balik tutup panci ^_^;;; Akhirnya 30 menit kemudian (urusan ngelap2 dapur yg becek tidak usahlah diceritakan detail ya...) setelah menyisakan kira2 sedikit air rebusan, mulailah memasukkan bumbu, san...