Skip to main content

Posts

Showing posts with the label fall

KAIST International Sports Festival 2012

Ini ajang olahraga tahunan di KAIST. Tahun-tahun sebelumnya, entah mengapa, nggak pernah ngeh ada acara beginian (sibuk biar lulus? ahaha..) Anyway, jadi tahun ini ceritanya jadi juru tustel buat foto-fotoin anak2 KAIST-INA yang ikutan olahraga di hari Sabtu itu. Olahraganya katanya ada voli, basket, tarik tambang, badminton, atletik dan gulat roman (yg terakhir bohong). Jadi mulai jam stengah 12 itu nongkrongin sport complex, ternyata voli udah main 1x duluan sebelumnya, untung sempat motoin permainan ke-2 dan ke-3. Lalu... oh ternyata gak ada yg main badminton. Tarik tambang... eh, di-cancel karena panitia tidak bisa menemukan tali tambang (dafuq???). Lalu basket... ternyata mainnya hari Minggu (hari ini, ngelab saja, walaupun ga kerja.. hihi). Kemudian sorenya hari Sabtu itu lanjut atletik berupa lari 100m dan lari estafet 4x100m. Hasilnya? Voli, yang menganut sistem round robin, berhasil 1x menang dan 2x kalah (hari ini ngga tau hasilnya). Atletik, lari 100m putra tidak...

Pepero day

So, today was pepero day. Strategi bisnis perusahaan Lotte untuk membuat produknya laku (meski hanya pada sekitaran hari ini). Dan membuat saya penasaran ingin bikin pepero sendiri. Setelah mengebrowse beberapa websites, terutama via Naver, resep dan cara membuatnya ternyata nampak tidak sulit. Si rotinya sendiri bahannya ternyata cuma tepung, mentega dan telur (gak pakai gula pun!). Nampak sehat. Sedangkan si coklatnya... gampanglah itu mah, tinggal kocek kocek coklat pakai mentega dan susu dalam panci. Benarkah demikian? Sampai adonan, its ok. Tidak ada masalah. Bikin roti isi rendang saja (pernah) bisa.. ahahaha.. Nah waktu mau dibentuk biar kayak batangan gitu. Ternyata tidak semudah yang dikira. Setelah coba menggiling-giling pakai tangan di talenan, kok adonannya nampaknya kenyal ya, gak mau memanjang. Jadi batang, tapi gendut -_-a Lama-lama akhirnya kutemukan cara yang lebih agak bermartabat, si adonannya digiling-giling di antara dua telapak tangan, kayak bikin uler2...

KAIST Indonesia Sport Festival

Ini acara olahraga ke-2 KAIST Indonesia, grup ceria mahasiswa Indonesia yang sedang belajar dan bekerja di KAIST. Yang pertama setahun yang lalu dengan acara futsal wanita. Tahun ini, pesertanya cukup banyak, jadi dibikin grup-grup campuran pria dan wanita. Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bola voli dan futsal. Eeh.. gak semuanya penduduk KAIST dan Indonesia kok. Panitia juga mengundang teman-teman dari kampus sekitar, walaupun yang diundang gak semuanya datang. Juga ada teman-teman dari negara tetangga yang kebetulan lebih sering berseronok bersama anak2 Indonesia. Kami bukan atlit profesional (walaupun yang jago banget dan jago aja juga ada), jadi permainan yang melibatkan campuran atlit pria dan wanita berasa seru (ini kalimat yang kurang pas sebenarnya... ya sudahlah...). Terutama futsal. Nggak banyak kaum ibu yang sepenuh hati bermain bola. Jadi di masing-masing tim ada satu atau dua atlit wanita. Mereka dipasang di depan gawang. Di depan gawang lawan, ...

Seoraksan

Katanya, tempat yang danpung (autumn folliage) nya paling bagus se-Korea itu kalo gak Naejangsan, Jirisan, ya Seoraksan. Naejangsan udah , dan keren! Jirisan.. hmm jauh.. Seoraksan.. juga jauh. Tapi kali ini diniatkan juga pergi (dengan alasan mungkin gak bakalan di Korea lagi autumn tahun depan). Tapi karena jauhnya hampir di ujung utara Korea (selatan), jadinya mesti dipikir-pikir itinerary-nya juga. Inginnya balik hari tapi kok bis dari Daejeon ke Sokcho (kota di kaki Seoraksan) cuma 2 kali sehari, itu juga waktu tempuhnya 5 jam @_@. Tapi kalau sudah niat, sesulit apapun ternyata terjadi juga. Hari Sabtu, jam 2 pagi - menculik Odi yang gak mau disuruh nyanyi di acara Hanbit, dan Kasyful yang baru saja meletakkan patpat di Daejeon beberapa jam sebelumnya - naik Saemaul ke Seoul buat ngejar bis paling pagi ke Sokcho. Maksudnya mau sampai di sana jam 9-10 an gitu. Namun ternyata agak meleset. Setelah sampai di Yongsan dan (for the first time ever) beristirahat di jimjilbang, habi...

Maisan Mountain, Jinan

Mumpung masih autumn, jalan-jalan diteruskan ke arah selatan karena mudah2an daun2nya pas merah-kuning-ijo. Setelah 2 tahun lalu ke Naejangsan, tahun ini dicoba ke Maisan, alias gunung Kuping Kuda, karena gunung ini ada dua puncak bersebelahan, kata orang sini, mirip telinga kuda. Di kakinya, ada sebuah temple yang dibangun seorang biksu yang hendak menyepi, namanya Tapsa temple. Selama tinggal di temple itu dia, mungkin kurang kerjaan atau pas bosen berbiadah, menumpuk-numpuk batu hingga seperti menara. Konon katanya batu-batu ini tak mampu digoyang hujan badai dan bertahan berpuluh-puluh tahun lamanya. Terus konon katanya lagi, di temple ini kalau pas musim dingin kita menaruh air di mangkok, dari mangkok itu uap airnya bakal naik dan membentuk es. Percaya atau tidak, sepertinya ini patut dicoba 2 bulan lagi :D. Menyusuri jalur wisata, track di Maisan gak begitu sulit. Dari selatan (saya salah naik bis, tadinya mau jalan dari utara ke selatan, tapi malah naik bis yg ke selatan...

Hahoe Village, Andong

Andong, denger-denger, terkenal karena jjimtak-nya (sejenis semur ayam pedes pake sayur-sayuran), jadinya pengen tau kalo jjimtak asli itu rasanya seperti apa. Tapi tentunya gak menarik kalau ke Andong cuma buat makan jjimtak doang, akhirnya mencari-cari objek wisata setempat. Denger-denger, di sana ada UNESCO historical site bernama Hahoe (dibaca Ha-hwe) Folk Village, desa jaman dahulu kala yang terletak di tepi sungai Naktong, sekitar 20 km dari pusat kota Andong. Setelah menempuhi (melayu style... menempuhi.. ) 3 jam naik bis antarkota dari Daejeon, mampir Gumi, lalu ke Andong, perjalanan dilanjutkan naik bis dari terminal Andong ke Hahoe Village, sekitar 40 menit. Para penumpang kemudian diturunkan di semacam tourist center yang ada tempat parkir, pasar souvenir, restoran-restoran jjimtak dan godeungo gui, dan museum topeng (katanya di Andong ini terkenal dengan topengnya). Dari sana pengunjung bisa jalan kaki 1 km ke Hahoe village, atau naik bis yang disediakan (bayar sih, 5...

Nami Island, Chuncheon

Akhirnya kesampaian mengunjungi pulau berbentuk daun di tengah sungai Han yang populer gara-gara Yon-sama dkk. Setelah melakukan perhitungan akhirnya ditetapkan waktu kunjungan yang sesuai dengan menguningnya daun-daun karena musim gugur. Sampai di sana ternyata yang antri dari dermaga Gapyeong panjangnya udah ada 300 ratusan meter @_@ (ini tidak hiperbolik tapi kenyataan), jadi pas datang di dermaga setengah 11, baru sampe pulau jam 12 kurang.. padahal untuk nyebrang cuma perlu waktu 15 menitan kurang. Walaupun pulaunya jadi rame banget, tapi masih cukup menyenangkan untuk foto-foto, mengunjungi museum, makan dosirak, lihat pameran buku anak dunia, dan keliling-keliling. Cuacanya juga sangat mendukung, padahal pas berangkat dari Daejeon sudah disambut hujan rintik-rintik. Serunya, pas mau pulang ternyata yang antri naik ferry balik ke Gapyeong juga udah sampe hampir 500 meter!! Ngantrinya pun ada 1 jam lebih. Tapi alhamdulillah masih bisa tepat waktu naik kereta pulang. Yang c...

Sunday morning...

Minggu pagi, belajar motret...

Autumn foliage

Mumpung musim gugur belum selesai, dan daun-daun masih berwarna warni.... (foto2nya tar ditambah lagi...)