Skip to main content

Posts

Showing posts with the label spring

[Japan Castles] Hirosaki-jo

Ini (salah satu) kastil dengan taman bunga sakura yang paling manis se-Jepang :) Hirosaki-jo terletak di kota Hirosaki, nggak sampai 1 jam naik kereta lokal dari Aomori, di prefektur Aomori. Dari stasiun Hirosaki, kita bisa naik bis kota atau jalan kaki sekitar 20an menit sampai ke depan gerbang kastilnya. Seperti kalimat di awal postingan ini, di tepi parit di sekeliling Hirosaki-jo ditanami pohon-pohon sakura yang sekarang sudah besar-besar sehingga cabang-cabang dan ranting-rantingnya menjuntai ke arah parit. Waktu yours truly datang ke sana, pas sakura-sakura sedang mekar-mekarnya, bagaikan gadis remaja yang sedang manis-manisnya (heuheuheuheu cuit cuit....). Banyak kelopak bunga sakura yang juga sudah lepas dan menutupi parit seperti karpet, menambah romantis suasana, apalagi kalau bersama gadis remaja yang tadi disebut (huehuehuehue ciut ciut...) Masuk ke dalam, kita bakal menemui parit lapis kedua. Kali ini dengan jembatan melengkung bercat merah, menambah suasana ya...

[Japan Castles] Shiroishi-jo

Kastil Shiroishi di selatan prefektur Miyagi, di kota Shiroishi. Begitu keluar stasiun JR Shiroishi, kita bisa langsung jalan sekitar 15 menit, naik bukit yang nggak begitu tinggi, ke bangunan utama kastilnya. Di halamannya, waktu saya datang, pas masih ada kios-kios makanan (taiyaki, takoyaki, yakiniku, yakisoba, dsb.) dan sisa-sisa pemandangan musim semi. Bunga-bunga sakura di taman kastil masih mekar sepenuh hati. Di malam hari, masih ada semacam festival musim semi, dengan lampion-lampion berwarna warni di sisi jalan menuju kastil. Bangunan kastil juga diterangi dengan lampu sehingga nampak lebih manis. Waktu itu mampir di Shiroishi setelah dari pagi jalan-jalan di Sendai sampai ke Matsushima, di pinggir pantai bekas kena tsunami bulan Maret 2011. Karena jam 12 malam harus naik bis pulang ke Tokyo, tapi dari kota Fukushima, jadi dalam perjalanan pulang dari Sendai mampir dulu di Shiroishi. Tidak banyak yang bisa diceritakan dari sejarahnya si kastil ini. Sebagaimana kastil-ka...

Melihat bunga sakura 2011

Ini cerita lebih lama lagi dari yang barusan (lanjut dulu deh nulis, kagok). Ini melihat bunga sakura tahun 2011. Di kampus KAIST. Cuma sedikitan, tapi cukup berkesan buat mengetes lensa 50mm. Mulai dari depan asrama undergrad, ada Alfan, ada Adji, ada Fang2. Lalu ke depan N22, ke N4, terus nyebrang depan Auditorium. Ada Claudia, Fang2, Adji, Alfan, Made. Diakhiri di lapangan di belakang auditorium dan gedung E16 yang tinggi itu. Dan hasilnya adalah sebuah cover album band.

Melihat bunga sakura 2012

Ini cerita lama. Gak lama-lama amat sih. Karena blog nya sekarang pindah kemari, jadi berniat menulis-nulis lagi, lagipula tahun ini -somehow- jadi rada sering jalan-jalan despite of kerjaan, disertasi (yg alhamdulillah dah selesai), dan hal-hal lain yang ada disekitar kita. Ini cerita musim semi 2012. Waktu bunga sakura (botkot, kata orang sini) sedang mekar-mekarnya di Daejeon. Waktu lagi hangat-hangatnya suasana untuk menikmati indahnya dunia yang sesaat ini (haiyah). Dimulai dari halaman KAIST di sekitar kolam bebek, sampai ke kampus tetangga sebelah di Chungnamdae. Bersama teman-teman... menari jaipongan... haha.. Ini sepedaku, si manis dengan 7 tingkatan gear, lengkap dengan keranjang belanja, boncengan (khusus wanita), dan dudukan hape di setangnya. Lalu apa hubungan dengan melihat bunga? Jadi, acara melihat bunga ini sebenarnya sudah pernah dilakukan setahun sebelumnya. Tapi gak seramai kali ini, soalnya ada juga yang baru datang dan melihat bunga sakura tahun ini. K...

Busan, the 3rd

Pertama kali ke Busan kalau gak salah tahun 2008, Oktober. Ada MPEG meeting di sana. Tapi gak sempat jalan-jalan, cuma menjelajahi seputaran Seomyeon, menemukan takkochi sepanjang 60 senti. Yang kedua pas nikahan Munjo, di Busan juga, November... 2008? 2009? lupa. Waktu itu dari tempat nikahan di entah dimananya Busan, lalu diajak jalan-jalan sama labmates ke Taejeongdae, naik kereta-keretaan itu. Kemudian malamnya nginap di tempatnya Taeyong di apartemen dekat Haeundae. Ini berarti yang ke-3. Di awal musim panas yang sudah lumayan anget, mau melihat festival pasir di Haeundae, Busan. Tapi nyatanya itinerary-nya jadi lumayan panjang. Datang di siang hari sekitar jam 12 siang, naik KTX. Tak lupa makan siang buatan sendiri: nasi paha ayam panggang dengan sayur buncis kukus, telur dadar dan sambal ABC, tak lupa minumnya pakai sikhe si air beras manis. Kok ada 3? Satu buat saya, satu buat Odi, satu buat tante Vina Dari sana naik Busan city tour bus ke National Museum Busan, me...

Jinhae the 2nd

Musim semi 2012. Kunjungan ke-2 ke Jinhae, kali ini dengan rombongan panti asuhan KAIST-INA. Naik bis sewaan (terima kasih Bobi dan Joni yang sudah mengatur semuanya). Dibandingkan kunjungan sebelumnya , sebenarnya bunga-bunga sakura-nya belum sebagus waktu itu, tapi karena tak ada waktu lagi, jadi dipaksakan juga pergi. Alhamdulillah kali ini perjalanannya lebih nyantai karena bisa naik bis langsung dari Daejeon ke Jinhae. Sampai sana masih kira-kira jam 10 pagi, jadi langsung jalan-jalan di kanal yang ada pohon sakura dikedua sisinya. Setelah itu rencananya mau ke tengah kota. Naik bis. Bad decision. Jalanan macet sangat. Tengah kota yang sebenarnya cuma 5 menit jalan kaki dari lokasi berangkat, karena naik bis malah terkena jalan muter dan akhirnya kena macet sampai sekitar 3 jam >.< Jadilah bis nya memutar kembali dekat posisi awal, dan, dengan waktu yang tersisa karena pak supir gak mau pulang terlalu malam, terburu-buru jalan-jalan ke tengah kota, naik gunung da...

Gubong Mountain

Tradisi naik gunung di Hari Anak Nasional (2009: Bomun-san , 2010: Gyejok-san (diundur 3 hari sih soalnya jenguk Mas Her...) ), tahun ini pergi ke Gubong-san, di selatan Seodaejeon. Tidak terlalu sulit dari arah mata air Yaksuteo di Gasuwon-dong, tapi turunnya lewat sisi barat ke arah Wonnae-dong bus terminal lumayan bikin repot karena medannya terjal berbatu. Anyway, pemandangan dari puncak Gubong-san cukup menarik. Di sisi utara kita bisa lihat bagian dari Seogu yang sedang giat-giatnya membangun. Di sisi selatan pemandangan perbukitan sekitar Jangtae-san dan Noru-san di belokan sungai Gapcheon.

KAIST Indonesia Jelajah Sungai 2011

Setelah nyaris 3 tahun lalu bersepeda dari Jayang-dong ke Munji-dong , minggu kemaren akhirnya bersama pasukan KAIST Indonesia, ber-9, kembali menyusuri sungai Gapcheon (ada rekursi di sini, cheon itu artinya sungai, jadi sungai Gapcheon artinya sungai sungai Gap... anyway, tidak perlu dibahas dulu...), sungai Yudeungcheon dan sungai Daejeoncheon dari kampus KAIST di Guseong-dong, Yuseong-gu, ke downtown dekat stasiun Daejeon di Eunhaeng-dong, Chung-gu sejauh kira2 10 kilometer. Setelah sempat was-was karena jam satu siang cuaca cukup mendung plus hujan setetes dua tetes, alhamdulillah di waktu keberangkatan jam dua siang akhirnya cuaca cerah kembali walaupun angin bertiup cukup lumayan dingin. Perjalanan dimulai dari kolam bebek, setelah berfoto dan berdoa bersama, lalu turun ke jalur sepeda di sisi sungai Gapcheon. Kemudian berjalan (bersepeda, maksudnya) ke arah timur, sampai jembatan Expo, sejauh kira-kira 2 kilo 450 meter. Kemudian naik ke jembatan Expo (foto2 dulu sesaat, de...

Deogyu Mountain National Park

Menyambut hari guru setiap tanggal 15 Mei, seperti biasa, bersama babeh dan teman-teman lab pergi menjelajahi gunung. Kali ini agak berbeda, karena naik gunungnya, literally, diganti dengan naik gondola dari sebuah resor ski. Di Muju, ada sebuah resor ski yang kalau musim dingin ramai orang bermain ski, di musim lainnya ternyata masih lumayan ramai dikunjungi orang untuk hiking ke puncak gunung Deogyu. Gondola-nya digunakan untuk naik ke puncak gunung. Naiknya sih gak seberapa, tinggal duduk, lalu jalan sekitar 500-600 meter ke puncak. Nah turunnya, karena mengambil jalan hiking ke pintu masuk taman nasional gunung Deogyu, jadinya jalan melintasi gunung, lewati lembah, bersama teman-teman berpetualang.. -_-;; masuk hutan, menyusuri sungai. Berapa jauh? ada sekitar 8 kilo... untung kaki gak bengkak, cuma besar sebelah doang... XD XD

Gyejok Mountain Fortress

Kalau sebelumnya hanya sampai puncak gunung Gyejok, kali ini dicoba lanjutin ke bentengnya, yang selama ini cuma bisa dilihat dari kampus, di sebelah utara puncak gunungnya. Ternyata eh ternyata yang selama ini dilihat jaraknya hampir 4 kilometer, plus naik turun lembah... ^^;;; Benteng gunung Gyejok ini ada di sebelah timur kota Daejeon, di utara gunung Gyejok, memisahkan Daejeon dan danau Daecheong. Katanya, benteng ini benteng gunung terbesar di Daejeon yang dibangun jaman Three Kingdom tempat pasukan kerajaan Baekje bertahan melawan gempuran kerajaan Silla. Hmm.. jauh juga bentengnya dari pusat kerajaan Baekje di Buyeo . Di lembah di sekeliling benteng, ternyata ada track hiking yang unik. Namanya "Gyejok Mountain Park Eco-Healing Barefoot Walking". Jadi di sana ada bagian jalan yang berupa tanah lempung, yang bisa digunakan buat jalan-jalan sambil telanjang. Telanjang kaki tentunya.... :D . Dari prasastinya bisa dilihat kalau track hiking ini baru diresmikan tahu...

Cherry blossom Trip, Jinhae (2/2)

Lanjutan dari bagian ke-1 Di saat bunga-bunga beotkkot bermekaran, di Jinhae diadakan semacam festival musim semi yang lokasinya di tengah kota. Di sana mirip-mirip pasar malam, mulai dari stand jualan makanan, peralatan rumah tangga, perhiasan, sampai panggung gembira pun ada. Acaranya sendiri merupakan bagian dari festival angkatan laut Korea, yang markasnya ada di kota Jinhae. Karena cuma satu hari di sana, jadi gak sempat lihat acara-acara dari angkatan laut yang katanya ada tour naik kapal perang, parade pasukan, dll.. Di dekat pusat kota, tempat acara festival berlangsung, di Jungwon Rotary, ada bukit kecil Jehwang. Di atasnya ada gedung kecil dibentuk mirip kapal dengan menara kecil bertingkat 8. Di lantai dua ada museum kecil tempat kita bisa melihat diorama mengenai sejarah Jinhae. Dari lantai 2 hingga lantai 8 kita bisa melihat seluruh kota Jinhae. Di sisi sebelah barat, karena menghadap ke markas angkatan laut, pengunjung dilarang mengambil gambar ke arah sana (mungk...

Chery blossom Trip, Jinhae (1/2)

Foto-foto dari jalan-jalan melihat bunga beotkkot alias cherry blossom (a.k.a sakura) di kota Jinhae, kota dimana beotkkot tersebar di seluruh kota. Main destination buat "hanami" (minjam istilah pak tekbe :D )-nya sendiri ada di sepanjang jalan di Yeojoa-dong, di sepanjang jalan di sisi sungai yang membentang arah utara-selatan sepanjang sekitar 1.5 km. Pohon-pohon beotkkot yang katanya berumur puluhan tahun, berukuran besar-besar, jadi bunganya pun lebat-lebat (tidak cocok dikunjungi akhir bulan April, dikala bunga-bunga sudah menjadi daun dan ulat-ulat bulu mulai berdatangan... XD XD ). Jinhae-nya sendiri terletak di selatan Korea, di propinsi Geongsangnam-do, sekitar 240 km dari Daejeon, dan tidak ada kereta api ataupun bus langsung ke sana. Jadi mesti ke Masan atau ke Changwon dulu, baru dari sana naik bis kota. Dari arah Masan ke Jinhae bis kota bakal melewati terowongan Jinbok. Begitu keluar terowongan kita bisa langsung melihat Jinhae dari ketinggian dengan bunga-bun...

(maksudnya pergi ke) Floritopia 2009

Tapi namun apa daya nasib tidak beruntung. Tadinya diajak kunjungan gratis ke Floritopia di Anmyeon-do dari Asan, bareng para pekerja2 Korea, Filipina, Bangladesh, etc etc (Indonesia juga). Ternyata malah mutar balik gara2 macet, akhirnya diarahkan ke pantai (sekitar Anmyeon-do sepertinya, tapi entah di mana) dimana sebuah Tanah Lot-wannabe berada dan dilanjutkan ke gunung entah apa di sekitar sana juga. Plus menyaksikan 2 kakek-kakek Korea brengsek yang mabok di dalam bis yang teriak-teriak minta norebang akhirnya diturunkan di tengah jalan. Memang alkohol itu sumber dari segala maksiat...

Bomun Mountain

Sehubungan hari ini hari anak nasional (Korea) dan tidak hujan, maka saya putuskan untuk jalan-jalan hiking di gunung. Kali ini korbannya adalah gunung Bomun (Bomunsan) di selatan Daejeon yang punya dua puncak (alias dua gazebo di titik paling atas) yang satu puncak Bomunsan-nya, yang satu lagi Bomunsan Fortress (Bomunsan-seong). Jaraknya masing-masing terpisah 1.2 km. Di kaki gunung ada plaza tugu pahlawan mengenang para pejuang PBB merebut Daejeon dari cengkraman Korut. Dan di bawahnya lagi ada tempat wisata (amusement park) plus taman renang seperti Karang Setra, yang dua2nya sudah dismissed, hanya tinggal kenangan, termasuk gondolanya. Waktu tempuh: 4 jam sahaja pulang pergi (+ ambil napas, makan tomat, foto2). Pulangnya salah naik bis, menyasarkan diri di depot subway Daejeon.

Sintanjin

masih kecil kecil Festival bunga sakura (entah benar entah tidak, anggap saja begitu) di halaman dan sekitar kantor Korea Tobacco & Ginseng (KT&G) di Sintanjin, sebelah utara Daejeon. Selain ada kejuaraan Samulnori (tari-tarian pakai kendang dan leher digual-geol sehingga tali yang ada di topinya berputar-putar), juga ada panggung gembira, arena mainan tradisional, stand-stand bazaar yang menampilkan beragam seni prakarya, permainan tradisional dan makanan/minuman tradisional, juga stand-stand dagangan di pinggir jalan menyajikan makanan minuman berat dan ringan, arena ketangkasan, sampai assesori wanita dan toko serba seribu. Sakura-sakuranya sendiri benar-benar bermekaran karena pohon-pohonnya besar-besar. Cucok buat dijadikan studio foto dadakan. Postingan terkait ada di sini: http://hafizsan.multiply.com/photos/album/67/festival_sakura_ktg_sintanjin dan di sini http://valnuri.multiply.com/photos/album/55/Sintanjin_Festival ああ さくら満開 ねえ さくら満開 好き遇ぎるわ もう あなた以外の人は 目にも映らないみたい

Sakura

Sudah masuk April, saatnya bunga-bunga sakura mulai bermekaran...