Skip to main content

Agustusan di Gapcheon




Perayaan ulang tahun kemerdekaan republik Korea terjadi pada tanggal 15 Agsutus. Untuk menyambut hari itu, pemerintah setempat mengadakan acara musikal di sungai Gapcheon. Yap, di sungai, bukan di pinggir sungai. Panggungnya menggunakan sebagian daerah sungai buat acara kolosal menggunakan perahu-perahu dan rakit-rakit. Di bagian lain sungai dipasang sebuah dinding panggung berbentuk benteng istana.
Alur musikalnya sendiri saya gak begitu memperhatikan, selain karena telat datang, juga lebih sibuk mencari lokasi yang cocok untuk memotret agar tidak terganggu (dan mengganggu) penonton-penonton yang sudah berjubel di sisi sungai, mulai dari yang duduk di dinding pembatas sungai yang landai hingga yang sudah menggelar tikar dari sore plus bawa makanan2 ringan seperti tokpoki, soju (siap mabuk setelah acara selesai), keripik2 etc.
Selain pertunjukan musikal, sudah beberapa hari ini jembatan Expo (alias jembatan MacD, karena bentuk arc-nya mirip logo MacD) dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang berfungsi bagaikan layar LCD.

Foto-foto di sini diambil tanpa tripod. Susah juga ternyata... semua pakai iso 640 - 800. Memang tidak boleh malas membawa tripod kalau mau berfoto malam-malam...

Comments

Hendry Tan said…
Jembatan McD emang okeh
hou pake kamera apa? kok gak hajar iso 1600 sekalian? gw klo dah malem gak bawa tripod, sering pake 1600.. indoor kalo malem2 dgn lampu ruangan aja juga bgitu =))
Houari Sabirin said…
@hendry: oke tapi saya kirain tadinya ada air2 nyemprot di sisinya, ternyata nggak
@mami: pakai d80. pakai iso 1600 takutnya terlalu noisy... apa gak terlalu ya? lain kali dicoba deh :)

Popular posts from this blog

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..

Nikahan Hendry

Kemarin ada nikahan putra bangsa Indonesia yang tekuk lutut disudut kerling wanita Korea (hehe...), Hendry alias Pak Hul alias Jin Yeong Gwang alias Mantan Lurah 1 Daejeon dengan Lucy alias KI alias Kim Kyungmi. Meskipun agak telat datang di nikahan, tapi masih bisa memotret cukup banyak terutama bagian adat nikahan Korea. Kemudian daripada itu, karena dapat dosirak yang dibagikan setelah acara, jumlahnya begitu banyak sehingga di mabes diadakan lagi acara buka bersama dadakan. Selamat menempuh hidup baru buat Hendry dan Lucy semoga langgeng, mudah rejeki, banyak anak, dll..