Skip to main content

Barcelona, 2011


Ini cerita musim panas tahun 2011. Setelah hiruk pikuk pekerjaan di MPEG selesai, dengan kunjungan terakhir ke Xi'an akhir 2008, sudah gak pernah pergi-pergian lagi. Menyibukkan diri dengan disertasi.

Alhamdulillah sudah selesai.

Tapi ini cerita sebelum itu.

Bahan buat disertasi yang disubmit ke konferensi ICME alhamdulillah diterima, dijadikan kandidat best paper pula (walaupun gak menang.. hihi...). Bertepatan waktunya dengan kondisi keuangan lab yang mulai membaik. Dan profesor pun memberi biaya buat pergi ke... Barcelona! Yang tadinya hanya di awang-awang kalau mendengar lagu Fariz RM, dan olimpiade dengan medali pertama buat Indonesia.

Jadilah, 6 hari di Barcelona, datang Minggu pulang Jumat. Plaza Catalunya, Parc de Montjuic, Nou Camp (btw ini nge-listnya sambil liat Google map, kok jadi lupa-lupa), La Rambla, Tibidabo, Barceloneta, tersesat di l'Eixample, naik bis turis, Sagrada Familia, Torre Agbar, dan lokasi konferensinya di universitas La Salle.


Comments

Popular posts from this blog

Seoul Palace Tour

Mumpung lagi ditinggal babe pergi main seki, mumpung baru selesai submit paper, mumpung lagi ga diburu2 kerjaan, akhirnya pergi ke Gyeongbokgung (istana raja) dan Changdeokgung (istana ratu, teuing bener teuing henteu...) mau ngetes filter baru beli, ND 25% ama CPL (eh tapinya yg CPL tak dipake pun selama di sana.. heheh..)

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..