Skip to main content

Bikin risoles

Tiba-tiba ingin bikin risoles. Gak tiba-tiba bgt sih (tiba-tiba aja?), cuma baru pengen lagi kemaren-kemaren aja.
Bahan2nya sudah siap: daging sapi cincang 800gram, daun bawang, wortel dicincang halus, cabe ijo diiris tipis-tipis, bawang bombay dicincang, sama bawang putih cincang. Semuanya ditumis sambil tambah gula garam merica kecap asin dan kaldu sapi (sapiception!). Terus, sebagian tumisannya disisihkan, ditumis bareng susu sapi (sapiceptionception!) katanya biar bisa jadi rougat (dan ternyata tidak).
Kulitnya? Bukan saya yg bikin, tapi si Gita, katanya dah pengalaman. Entah apa aja yg dia masukin yg pasti ada tepung terigu, susu, telur, minyak. Lalu dituang secukupnya di panci, dengan tenaga-tenaga subkontrak dari asrama w7 ;-)
Lalu, terakhir, tumisan ditaruh diatas kulit, lalu dibungkus, dilem pake telur kocok, lalu setelah itu dicelup ke dalam telur kocok, lalu dicemplungkan ke bread crumb, lalu digoreng sampai coklat.
Rasanya lumayan pol maknyosss.. apalagi yg didalamnya dikasih jackpot cabe rawit... mangtstapp jaya wibawa!
Lalu, bikinnya kebanyakan. Yang datang 6 orang, risolesnya ada barangkali 20 biji (mau perang? melawan hawa nafsu risoles?). Akhirnya didelivery ke tmn2 (maap yg kebagian, berarti anda kurang disayang... hehe..).

Comments

Popular posts from this blog

Seoul Palace Tour

Mumpung lagi ditinggal babe pergi main seki, mumpung baru selesai submit paper, mumpung lagi ga diburu2 kerjaan, akhirnya pergi ke Gyeongbokgung (istana raja) dan Changdeokgung (istana ratu, teuing bener teuing henteu...) mau ngetes filter baru beli, ND 25% ama CPL (eh tapinya yg CPL tak dipake pun selama di sana.. heheh..)

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..