Skip to main content

Warga Daejeon

Diingat-ingat dan dipikir-pikir, ternyata sampai tadi malam warga Perpika Daejeon (disingkat PPDJ? hihi...) belum pernah satu kali pun foto bareng ^.^;;; Kalau selama ini ada foto2 acara PPDJ pasti kalo gak sendiri2 ya bareng2 tapi dalam keadaan (sok) natural style.
Jadi kebetulan tadi malam terpikir demikian entah oleh siapa (mas Bon?) jadi saya berkenan untuk memperkenalkan para warga yang akhirnya terkumpul dalam foto sebagaimana dimaksud di bawah ini... ^_^



Dari sebelah kanan atas: Pak lurah Houari (ICU), nyempil di belakang ada mas EGP (KAERI) "si anak hilang yang akhirnya kembali ke jalan yang lurus dan benar" ^_^, oom Kadek dari KEPRI, pak hulubalang Hendry (ICU), trus ketutupan setengah ada Tonny (ICU), Paul (bukan McCartney) (WSU), pak Hafiz (WSU/ITB) petugas tekbe (ngakunya demikian ^_^), mas Ali (KAERI). Lalu di baris tengah dari kiri ada ibu Mabes (Mbak Nuri), disebelahnya ada mas Boni (ICU) yang punya rumah, lalu pak Preman Beny (WSU). Kemudian baris bawah dari kanan Ibu sekwil Maggie (WSU), Icha (DaejeonDae), Nana (DaejeonDae) (Icha dan Nana dah mo balik ke Indonesia) dan Claudia (WSU).
Yang absen: Menkeu Glen (WSU) yang lagi balik ke Indonesia, trus mbak Olia (CNU) yang pulang duluan, lalu Pak Ustad Preman dari CNU yang gak pernah datang kalo diundang ^_^, mas Gufron yg gak bisa keluar malam, mbak Maya dan oom Donny dari KAIST yang gak bisa datang, trus.. sapa lagi yah... ada yg belum diabsen? ^_^

Versi lain foto ini bisa dilihat di sini: http://houari.multiply.com/photos/album/56

Comments

kirain ini pasang poto yg pak lurah di depan ndiri =))
hafiz ahmad said…
moga2 ntar warga daejeon bisa tetap ceria meski banyak yang datang dan pergi, yak..
Nuri Hapdari said…
selagi dapur mabes masih ngebul mah... kerayaan masih tetap ada, kecuali tupperwarenya udah diloakin....he3
Danu Pranantha said…
wah.. tambah kurus aja say.. memang begitulah hidup, datang dan pergi silih berganti ;)
Houari Sabirin said…
wah prananth bae sudah kembali, ternyata...
masak sih hou tambah kurus?
Houari Sabirin said…
masak sih gak percaya? :D

Popular posts from this blog

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..

Nikahan Hendry

Kemarin ada nikahan putra bangsa Indonesia yang tekuk lutut disudut kerling wanita Korea (hehe...), Hendry alias Pak Hul alias Jin Yeong Gwang alias Mantan Lurah 1 Daejeon dengan Lucy alias KI alias Kim Kyungmi. Meskipun agak telat datang di nikahan, tapi masih bisa memotret cukup banyak terutama bagian adat nikahan Korea. Kemudian daripada itu, karena dapat dosirak yang dibagikan setelah acara, jumlahnya begitu banyak sehingga di mabes diadakan lagi acara buka bersama dadakan. Selamat menempuh hidup baru buat Hendry dan Lucy semoga langgeng, mudah rejeki, banyak anak, dll..