Skip to main content

[Japan Castles] Gokoryaku

Gokoryaku adalah kastil yang unik karena satu-satunya di Jepang (kalo ngga salah sih..) yang berupa benteng berbentuk bintang ala Eropa. Sedemikian karena kastil ini sebenarnya dibangun sebagai benteng pertahanan kalau-kalau diserang pasukan Rusia. Di kemudian hari, Goryokaku juga digunakan sebagai benteng pertahanan terakhir shogun dan para pengokutnya ketika diburu oleh pasukan kekaisaran.



 Seperti yang sudah disebut di atas, kompleks benteng Goryokaku berbentuk seperti bintang dengan parit disekelilingnya. Di bagian dalam ada bangunan utama yang bentuknya tidak seperti kastil di Jepang pada umumnya. Bangunannya lebih seperti rumah (besar) bernuansa Jepang dengan menara imut kecil di atapnya. Dulu katanya ini gedung pemerintahan shogun selama masa perang dengan pasukan kekaisaran. Sekarang udah dijadiin museum yang isinya... eh apa ya isinya..Waktu itu nggak sempat masuk siiih... (*´ー`*)



Anyway, masih di dalam kompleks benteng, di sekeliling bangunan utama ada... tentu saja... taman besar lengkap dengan banyak pohon sakura, tempat berhanami di bulan Mei (karena di Hokkaido musim semi selalu datang pada saat injury time...). Orang-orang di Hakodate umumnya berhanami sambil masak barbeque, yang nggak begitu lazim kalau di Tokyo :) Goryokaku bisa dengan mudah dikunjungi dengan menaiki trem dari staisun Hakodate, lalu kemudian jalan kaki kurang lebih 5 menitan. Dari arah halte trem, sebelum masuk benteng, sangat disarankan (oleh saya) untuk terlebih dahulu mengunjungi Goryokaku Tower, gedung berbentuk menara (atau menara berbentuk gedung? soalnya bentuknya nggak seperti umumnya tower seperti Tokyo Tower, Sapporo Tower atau Nagoya Tower). Dari ruang observasi di puncak menara kita bisa terlebih dahulu memberikan apresiasi yang apresiatif karena kita bisa melihat seluruh kompleks Goryokaku yang berbentuk bintang, plus pemandangan Hakodate yang sungguh rupawan menggugah jiwa dengan lautan biru dan pegunungan yang masih bertopi salju (kalau datangnya pas waktunya, heheh).

Comments

Popular posts from this blog

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..

Nikahan Hendry

Kemarin ada nikahan putra bangsa Indonesia yang tekuk lutut disudut kerling wanita Korea (hehe...), Hendry alias Pak Hul alias Jin Yeong Gwang alias Mantan Lurah 1 Daejeon dengan Lucy alias KI alias Kim Kyungmi. Meskipun agak telat datang di nikahan, tapi masih bisa memotret cukup banyak terutama bagian adat nikahan Korea. Kemudian daripada itu, karena dapat dosirak yang dibagikan setelah acara, jumlahnya begitu banyak sehingga di mabes diadakan lagi acara buka bersama dadakan. Selamat menempuh hidup baru buat Hendry dan Lucy semoga langgeng, mudah rejeki, banyak anak, dll..