Skip to main content

Dining Alone

"Solitary dinners, I think, ought to be avoided as much as possible, because solitude tends to produce thought, and thought tends to the suspension of the digestive powers. When, however, dining alone is necessary, the mind should be disposed to cheerfulness by a previous interval of relaxation from whatever has seriously occupied the attention, and by directing it to some agreeable object." - Thomas Walker c.1835

dengan kata lain: ajak2 klo mo makan2 ^_^

*dari Schott's Food & Drink Miscellany.
banyak hal menarik dari buku ini... maybe will quote many more... ^_^

Comments

makanya klo gak ada temen makan gw mending makan bareng komputer gw hihihi.. kan ada yg bisa diajak ngobrol..
Houari Sabirin said…
ngomong2 makan2, mami sebelum cabut ke londo mau ke DJ gak? ntar kita ngadain makan2 + norebang di downtown yg 2 jam 10 ribu ^_^
klo perlu itu si pakde fadli seret juga, doi ngomongnya pengen ke DJ tapi ga jadi2 aja.. hihihi...
hafiz ahmad said…
ah, pak lurah juga udah janji mo ke seoul bareng2 juga selalu batal.. :P
Houari Sabirin said…
iya iya...maafkan daku, soalnya lupa mo pergi jadi malamnya spt biasa bangun sampe jam 3. jam 5an ngantuk berat akhirnya bobok saja... ^-^
hafiz ahmad said…
halah, padahal jam sebelas malemnya udah bilang jadi pergi..

pak lurah, kyknya emang udah waktunya didampingi sekretaris pribadi, nih.. :P

Popular posts from this blog

Nonton konser Momusu...

... di Olympic Hall, Olympic Park, Seoul hari minggu kemarin... Karena tak boleh motret dalam ruangan konser, taspun harus dititipin, jadi cuma bisa motret di luaran, di dalam.. ya pake kamera ponsel seadanya. Konsernya sendiri... hmm... not bad. Walaupun sudah tidak mengikuti perkembangan Momusu, tapi karena mereka menyanyikan seluruh single mereka dari Morning Coffee sampai yg terakhir (entah apa), jadi menyenangkan juga (sempat ikut teriak 'oi! oi! oi!' di single2 lama, dan tau2 sudah mengacung2kan tangan di lagu Happy Summer Wedding... hahaha...). Yang cukup mengejutkan, di sini ternyata lebih banyak cewek yg nonton dan histeris, dibandingkan yg biasa di lihat di dvd konser kan biasanya mas mas otaku... Toyyib... toyyib.... hihi...

What is wrong with those Gals?

Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;

Kunjungan ke Kareem

... bahkan bumbu nasi kebabnya pun dibungkus sampai ke Daejeon.. ntar masak deh di mabes.. Teringat request Umar ttg foto2 di Kareem, saya jadi ngubek2 isi hdd nyari2 itu foto2 jaman berkunjung ke warung kebabnya Anna Maria bukan Roy Marten berjudul Kareem bukan Abdul Jabbar pula... Setelah siang resah, malam gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak memikirkan raibnya foto2 itu di hdd, akhirnya tadi malam saya temukan teronggok begitu saja di folder dengan judul "New Folder" di notebook (astaga... di sana ternyata...). Jadilah saya upload..