"... but as for me, there is a worst scored candidate...
Maybe her grade at school is good if I asked her...
In dance, she lacks feeling of rhythm
Her voice is also weaken, she couldn't sing well
She troubles me as a worst
But I think such worst canoer is just needed to rock'n'roll
Frankly she got worst rate during this camp for training
But i believe her potenciality and she impressed and gave an inspiration to me when I met her firstly
She wants to be recognized her effort..."
Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;
Comments