Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;
Tulisan dari cerita sehari-hari
Comments
gw sempet ngerasain di restoran wkt ditraktir sblm cabut..
saya pikir tadinya rasanya manis spt itu mbak, ternyata rasanya tak diduga tak dinyana... XD mungkin seperti yg tercantum di kalengnya (tulisan di sebelah kanan mbak2 yg memeluk jagung itu ^^): "tanpa kalori" (adakah hubungannya dengan "tanpa gula"? ^^)
@mami
baru ada di vending machine lantai tiga (tau kan, yg digedung F) kira2 sejak bulan kemaren... sebelumnya yg lebih baru lagi jus apel sama milkimas (soda susu). klo di dorm yg baru adalah soda nanas... (ternyata saya pengamat vending machine.. hahaha...)
hmm... dipikir2 iya juga ya... teh jagung mestinya... pantesan rasanya spt itu... ^^
@umar
wekekekek... sok atuh mar dibudidayakan jus jengkol kalengan, dijual di warung kebabmu... hihihih
coba liat di photo page gw ..byk tuh minuman kaleng bertebaran :p