Di cerita2 Indonesia jaman dulu: Sangkuriang, Roro Mendut, Putri Jambe, semuanya bercerita tentang cewek yang menerima lamaran cowok, tapi dengan syarat mesti membuat sesuatu yang luar biasa. Setelah itu, melihat sang cowok mampu melakukan syarat-syarat yg dia tentukan, dengan segala upaya akhirnya menggagalkan upaya sang cowok dengan berbagai macam tipu daya. Jadi inikah stereotip wanita Indonesia? Daripada menolak, lebih baik membuat sang cowok bahagia terlebih dahulu, setelah itu ditipu? Cuma mendeduksi fakta... tiada maksud menyinggung... ^_^v *kabur...* oh iya, saya belum nerusin Reason #2 ya... ^^;;;
Tulisan dari cerita sehari-hari
Comments
btw, dah sembuh ya?
kartu pos dah beli, tinggal cari toko buku tintin
(eh mangap salah posting...........;))
tintinnya bukannya perancis lagi bhsnya?
gak pengen aslinya dari belgia? hihi
mami onit-> makasih buat postcard-nya, ya. nambah lagi selain yang dari venice kmaren, he he..
*ibarat menemukan oase di padang pasir....Glodak!
salam kenal Mas, aku temennya Onit tapi sampe sekarang ga tahu wajah aslinya kayak gimana. Ini aja maksa2 dibocorin sama dia.